[Pasca Srempetan Sepeda Motor tgl 31 Desember 2005 Malam Tahun Baru]
Ketika para sufi menawarkan kelegaan
Menjual suara menasehati untuk dituruti
Menuntun penyembahan kasat mata
Memohon yang Maha kuasa, yang kuasa memindahkan amuk dan angkara
Lalu senyap bersama hiruk pikuknya dunia yang makin hingar bingar

Di ujung lorong kudapati hatiku mangu
Kesunyian ini akankah jadi nikmat-Mu
Terlihat kakiku robek-robek menapaki dunia yang makin tajam
Terpuruk tertekuk dilutut yang mulai goyah
Akankan Kau tawarkan pegangan kuat ketegaran mulai menjauh
Tangan-Mu terjulur halus menyapaku
Membelaiku dengan lembut
Membisikan kalimat harus ku mengerti
Musibah ini adalah rahmat yang harus kau jadikan Hikmah…..
Lorong hati ini mulai terbuka
Lorong hati ini mulai teraliri oleh kasih-Mu
Lorong hati ini mulai mengerti……………
Hikmah-Mu begitu besar melebihi segala perkara yang aku hadapi
Puji syukur pada-Mu, ya Robb……Junjunganku……..
Aku terima musibah ini sebagai peringatan-Mu…….
Lalu sunyi senyap sunyi dan senyap
Tanjung Priok, 06 Januari 2006
0 komentar:
Poskan Komentar